Jumat, 28 November 2014

Hari Anak Yatim

10 Muharam merupakan sebuah hari dimana pada hari tersebut terdapat banyaknya kejadian – kejadian sejarah islam diantaranya Nabi Adam A.S bertaubat kepada Allah SWT. Nabi Idris A.S diangkat oleh Allah ke langit, Allah SWT menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa A.S, hari pertama Allah SWT menciptakan alam semesta, menurunkan hujan, dan menurunkan rahmat serta sejarah – sejarah islam lainnya pada tanggal tersebut. Serta diperingati juga sebagai hari anak yatim.
Tanggal 2 November 2014 mendatang, Majelis Ta’lim nurul ikhlas berencana mengadakan sebuah peringatan 10 Muharam yang kelak akan di gelar di Kampung Cijayeng Rt06/02 Desa Mekar jaya Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi.
Majelis Ta’lim Nurul Ikhlas yang dikelola oleh Ustad Sihabudin bersama Ustdzah Nanar Munawaroh telah menjalankan acara peringatan tersebut semenjak tahun 2012. Acara tersebut berhasil memberikan manfaat bagi 60 orang kaum Dhuafa, serta anak yatim piyatu di daerah Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin (Cikukulu) Kabupaten Sukabumi tersebut. Serta apresiasi yang baik dari berbagai kalangan masyarakat setempat, terutama dalam hal penggalangan dana. Keseluruhan penggalangan dana di ambil murni melalui swadaya masyarakat, berupa hasil bumi ataupun panen pertanian masyarakat maupun berupa rupiah. Penggalangan dana tersebut apabila dinominalkan kedalam rupiah terkumpul sebanyak kurang lebih 25 Juta. Hasil tersebut di alokasikan untuk berbagai keperluan yang diantaranya adalah santunan berupa uang serta pembagian sembako.
Pada tahun ke 2, acara yang berlangsung pada tahun 2013 mendapat respon lebih baik dari sebelumnya, mengingat jumlah Kaum Dhuafa, Anak Yatim dan Piyatu meningkat menjadi 150 orang. Dana yang terkumpul untuk acara tersebut masih menggunakan swadaya masyarakat sekitar. Apresiasi dari masyarakat sekitar pun semakin meningkat, terkumpul penggalangan dana yang dilakukan 2 kali lipat dari sebelumnnya menjadi kurang lebih 50 Juta.
Sebagai acara yang sudah berlangsung selama 3 tahun kebelakang ini, menjadi sebuah agenda kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ta’lim Nurul Ikhlas, yang jatuh pada malam 10 Muharam (2 November 2014) mendatang. Adapun pendataan yang di lakukan untuk menghitung jumlah anak yatim dan piyatu serta kaum Dhuafa berkisar antara 213 kaum Dhuafa dan anak Yatim Piyatu serta pemberian bantuan kepada 40 orang Asyatin yang telah rela membantu dalam pendidikan dan penyebaran Agama Islam di wilayah setempat.
Acara yang digelar pada hari Minggu tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 90 Juta rupiah. Hingga saat ini dana yang terkumpul dari swadaya masyarakat sekitar sebesar 50 Juta rupiah berbentuk uang.
Bila dilihat dari 3tahun kebelakang semenjak acara tersebut dilaksanakan terdapat kenaikan yang cukup signifikan dari kaum Dhuafa dan Anak Yatim Piyatu yang setiap tahunnya semakin meningkat, dapat disimpulkan bahwa seiring majunya zaman serta majunya pemerintahan sejalan dengan meningkatnya pula kaum Dhuafa dan Anak Yatim Piyatu terutama pada pemerintahan Kabupaten Sukabumi.
Panitia 10 Muharam di Majelis Ta’lim Nurul Ikhlas, ingin mengajak berbagai pihak yang merasa prihatin dengan kondisi kaum Dhuafa dan Anak Yatim Piyatu saat ini yang semakin bertambah dengan membuka bagi siapa saja yang ingin menyalurkan bantuannya dengan cara menghubungi pihak panitia penyelenggara secara langsung di Kampung Cijayeng Rt 006/002 Desa, Mekarjaya, Kecamatan Caringin (Cikukulu) Kabupaten Sukabumi atau dengan menghubungi melalui telepon di 0858-7115-7530. Ataupun dapat mengirimkan bantuannya ke rekening BRI dengan Nomor 4092-01-013790-53-8 a/n Nanar Munawaroh.
Sungguh merupakan peringatan yang harus di peringati oleh umat muslim, mengingat pada tanggal 10 Muharam tersebut merupakan hari terjadinya beberapa sejarah Islam yang sangat penting terutama pada zaman ini dimana para kawula muda dan kita sendiripun mungkin kurang memahami hari yang juga memiliki nilai penting dalam perkembangan dan sejarah Islam. Dan semoga kita berharap kemajuan pemerintahan terutama dalam pemerintahan Kabupaten Sukabumi kedepannya tidak sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah kaum Dhuafa dan Anak Yatim Piyatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar